Minggu, 06 Maret 2016

At-Thariq Ilal Qulub

Dakwah kita adalah mengajak orang lain agar menghamba hanya kepada Allah. Maju tidaknya sebuah organisasi dakwah ditentukan tidak hanya ditentukan oleh perkembangan kualitas tetapi juga kuantitasnya. Dakwah fardiyah adalah salah satu sarana yg dapat dilakukan untuk menambah kuantitas. Semua orang memiliki hak untuk mengikuti dakwah ini. Banyak kaum muslimin yang memahami Islam secara parsial. Diantara mereka ada yang mengurang-ngurangi amal ada pula yang melebih-lebihkannya.

Dakwah bil qudwah

Kader dakwah mesti mampu menterjemahkan Islam dalam pergaulannya. Asy-Syahid Hasan al-Banna pernah mengungkapkan jika seorang penulis menulis buku dan ingin dibaca oleh orang maka perlu dibuka bukunya terlebih dahulu. Kader dakwah sendiri diibaratkan sebagai sebuah buku yang sudah terbuka dan siap dibaca orang lain. Kader dakwah perlu mengetahui cara bagaimana mengetuk hati orabg lain agar dapat mencintai dakwah yang sedang kita emban.

Umroh Hemat Mulai dari 21-JT-an
FKlik Hannien Tour

Pada Perang Hunayn yang terjadi pada tahun 8 Hijriah, kaum muslimin memperoleh gonimah sebanyak 24.000 ekor unta. Semua unta tersebut diberikan Rasulullah SAW kepada kaum muhajirin. Akhirnya kaum Anshar melakukan protes kepada Rasulullah SAW yang diwakili oleh Sa'ad ibn Ubadah. Kata Saad, "Aku ini bagian dari kaumku, sikap mereka mewakili aku." Atas protesnya tersebut Rasullah meminta untuk dipertemukan dengan kaum Anshor. Ketika Rasul bertanya apa yg ingin kalian ajukan? kaum Anshar menjadi malu. Rasul dimuliakan oleh kaum Anshar. Pun dibantu oleh kaum Anshar. Adapun 24.000 ekor unta itu adalah hal yang sepele. Kaum Anshar menginginkan Rasulullah SAW bersama mereka ke Madinah.

Kontribusi dalam berdakwah kadang dinilai secara parsial. Kontribusi dakwah tidak mesti dinilai dari seberapa banyak memiliki mad'u. Dakwahpun tak mesti dari ceramah-ceramah. Rukanah mendapatkan hidayah setelah berduel tiga kali dengan Rasulullah SAW. Ketiga-tiganya dimenangi oleh Rasulullah SAW. Kambing Rukanah mesti diberikan kepada Rasululllah SAW yang memenangi duel. Rukanah cemas karena tak akan punya kambing lagi. Jika pulang tak membawa kambing, apa yang akan disampaikan kepada istrinya. Rasulullah SAW tak mengambil kambing-kambingnya, kemuliaan Rasulullah membuat hati Rukanah bergetar.

Ketika kita sudah membidik orang untuk dijadikan sasaran dakwah, maka kita perlu mempelajari segala hal dari orang tersebut. Setelah paham dan berusaha mendakwahinya, selanjutnya hidayah dari Allah yang akan bermain. Ada kader dakwah yang pasif, hanya menjadi mustami', diajak berharokah tidak mau. Namun diam-diam ia berdakwah ke keluarganya. Kisah Rasulullah SAW dihinakan di Thaif, Beliau tidak diterima oleh masyarakat Thaif, namun anak cucu masyarakat Thaiflah yang meneruskan dakwah Rasulullah SAW.

Jual Susu Kambing Etawa
Klik GOMARS

Kapanpun dan dimanapun kita adalah seorang da'i. Obsesi kita adalah dakwah.Sikap ini yang perlu kita pupuk sebagai aktivis dakwah.

Tiga unsur manusia yang dengan unsur-unsur tersebut dapat menerima atau tidaknya dakwah yang disampakan, yaitu pendengaran, penglihatan dan hati. Kisah Nabi Nuh yang kaumnya menutup mata dan telinganya ketika Nabi Nuh menyampaikan dakwah. Seorang da'i hasrus selalu berfikir positif terhadap orang lain. Pernah ada artikel nyeleneh di Mesir, namun Asy-Syahid Hasan al-Banna tidak mau menanggapi artikel yang mengajak wanita untuk telanjang. Jika ditanggapi maka artikel tersebut akan menjadi buah bibir di masyarakat. Perilaku yang aneh memang akan mudah terkenal.

Sikap yg perlu kita miliki sebagai kader dakwah:
1. Sikap optimis yang kita perlihatkan kepada orang lain. Kisah optimisnya Rasululah SAW saat Perang Khandaq.
2. Memikirkan apa yang dibutuhkan oleh orang lain. Semangat untuk berkhidmah kepada orang lain.
3. Kemampuan berkomunikasi. Apa yang kita sampaikan harus efektif. Janga sampai orang lain memusuhi kita karena komunikasi yang tidak baik.
4. Mengapresiasi orang lain
5. Penampilan yang baik sesuai denga keiasaan berpakaian di masyarakat. Setelah menutup aurat yg shar'i selanjutnya sesuaikan dengan 'urf masyarakat kita. Jika pakaian kita berbeda sangat mencolok dengan orang lain, akan membuat orang lain enggan menerima kita. Pakaian yang dikenakan Rasulullah SAW adalah pakaian yang sama dikenakan oleh Abu Jahal.

Kitapun perlu melatih hal-hal dibawah ini:
1. Senyum, diriwayatkan oleh Abdullah bin Harris, tidak ada yg mudah tersenyum selain Rasul. Rasul pernah tertawa lebar. Aku dibuat beruban dari turunnya surat Hud, ayat fahtakim kama umirta... Setelah itu tertawanya hanya berupa senyuman.
2. Menjabat tangan dengan hangat dan semngat. Rasul paling terakhir melepas jabatan tangan.
3. Menghadapkan wajah kita kepada lawan bicara ketika berdialog.
4. Mendengarkan pembicaraan orang lain dengan serius.
5. Perhatian dalam setiap hal
6. Tasamuh, berlapang dada
7. Jangan terlalu serius
8. Mempermudah urusan orang lain
9. Melayani orang lain
10. Dermawan, murah hati, gemar mengucapkan do'a seperti barokallahufikum..

Satu orang mendapatkan hidayah atas perantaraan kita maka itu lebih baik dari dunia seisinya juga lebih baik dari unta merah.

Setiap manusia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Kita latih kelebihan kita juga kita pertajam. Kita jadikan kelebihan yang ada sebagai sarana mengajak orang lain. Allah akan menguji sesuai dengan kemampuan kita.

Qowiyyul Jism. 

Syekh Mahdi Akif adalah lulusan terbaik di Mesir. Beliau bebas masuk fakultas apa saja. Saran Imam Syahid kepada Beliau agar mengambil jurusan olah raga. Banyak yang mentertawakannya. Tak disangka Pasukan yang diirim ke Palestina dilatih oleh Syekh Mahdi Akif.

---
Resume Kajian Haditsul Khamis bersama Ust. Asfuri Bahri, Lc
Oleh Maryulisman

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima Kasih atas komentarnya