Rabu, 28 Maret 2012

Proses Akad Kredit KPR Vila Gading Permai, Parung, Jawa Barat

Villa Gading Permai, Blok C2 No. 11A
Siang itu aku ditelepon oleh Nurry, pegawai developer Perumahan Villa Gading Permai, Parung, Jawa Barat. “Pak, tanggal 27 Maret 2012 akan dilaksanakan akad kredit KPR, jadi berkas-berkas yang belum diserahkan dapat menyerahkannya langsung di BTN Cikokol, Tangerang sekalian akad kredit.” Kata Nurry. “Baik Mbak, terima kasih” jawabku dengan bahagia.


Berita ini cukup membuatku bahagia, karena saat itu aku bingung belum juga menyerahkan berkas-bekas yang diperlukan dalam akad kredit, padahal foto copy kartu keluarga, surat nikah, KTP suami istri, kartu NPWP, materai 6000 sudah aku persiapkan jauh-jauh hari. Karena kesibukanku, aku belum juga menyerahkannya ke developer.



27 maret 2012 di pagi hari, aku segera berangkat menuju BTN Cikokol, Tangerang untuk melaksanakan akad kredit. Sekitar ratusan orang berjubel menunggu panggilan untuk menandatangani berkas-berkas untuk akad kredit. Sambil menunggu notaris yang belum juga hadir, pihak BTN memberikan pengarahan mengenan KPR.

ummu craft

Pihak BTN menjelaskan bahwa rumah yang segera menjadi milik kami adalah rumah yang sudah dibiayai oleh BTN ke developer. Kami tinggal mengangsur setiap bulannya selama 180 bulan atau 15 tahun. Dalam waktu tiga bulan, kami dapat komplain atas kerusakan yang ada di rumah tersebut, misal karena dinding retak, atau atap bocor dan kerusakan lainnya. BTN tidak ada urusan dengan kerusakan rumah, karena BTN tidak punya tukang. Yang punya tukang itu developer.

Pihak BTN pun menyesalkan kebijakan pemerintah, yang sudah meniadakan KPR tipe 29 kebawah. Pemerintah telah menetapakan kebijakan bahwa developer minimal menyediakan KPR dengan type 36. Akhirnya pihak BTN mengambil kebijakan sendiri dengan KPR tipe 29 yang terlanjur digelentorkan oleh developer.



Kebijakan BTN tersebut diantaranya, bahwa jenis rumahnya adalah rumah non subsidi, dan bunga tetap (8,5 %) hanya selama 2 tahun. Tahun berikutnya bunga disesuaikan dengan pasar.

Selesai pengarahan dari pihak BTN, kami semua menghadap notaris untuk menandatangani berkas-berkas yang diterbitkan oleh notaris. Termasuk istri kamipun harus menandatanganinya juga. Bagi yang istrinya berhalangan hadir dapat menandatangani surat persetujuan dan diserahkan ke developer.

Tahap terakhir adalah kami harus mennadatangai kesepakatan dengan pihak bank mengenai besaran cicilan dan jatuh tempo pembayaran setiap bulannya. Hm... Insya Allah segera mungkin kami akan memiliki RSSS (Rumah Sangat Sederhana Sekali).

RSSS (Rumah Sederhana Sehat Sejahtera)



17 komentar :

  1. selamat akhi Maryu.. ana juga baru ambil KPR. semoga Alloh senantiasa melapangkan rizki kita yaa. aamiin.

    http://dsyamil.co.cc

    BalasHapus
    Balasan
    1. @ahfa42: lhamdulillah, Amin Ya Rabb. Jazakallah Akh Fauzi

      Hapus
  2. kalau boleh tanya, harga rumahnya berapa ya mbak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo beli cash harganya 70 juta (tahun kemarin), kalo tahun ini bisa jadi naik... tapi lebih jelasnya hubungi saja developernya.

      Hapus
  3. Selamat ya yu... besok giliran gw yang mao akad kredit. :D
    Artikel lu cukup bermanfaat buat gw, tapi untuk proses akad kredit dari awal sampai selesai akad membutuhkan waktu berapa jam ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. dulu waktu gue akad kredit, dari pagi sampe sore, pkoknya sampe izin kerja segala.

      Hapus
  4. Saya baru saja selesai wawancara untuk pengajuan KPR BTN, bila pengajuan KPR di acc, dan sampai akad kredit, tetapi istri saya tidak bisa datang karena sedang hamil dan berada diluar kota (di mertua), bagaimana adakah keringanan tidak hadir ? Dan untuk dokumen yg harus ditanda tangani istri dapat diambil dimana ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ketika akad kredit memang dianjurkan untuk mengajak istri, tetapi jika ada kendala biasanya dari pihak developer akan membuatkan surat keterangan bahwa istri tidak bisa hadir.

      Dokumen yang harus ditanda tangani istri ada di BTN.

      Hapus
  5. Saya sedang menunggu proses akad kredit vila gading parung. Saya mulai booking dari bulan mei 2013. Info yang saya dpt dari developernya, akad kredit dimulai kalo rumah sdh dibangun. Sedangkan sampai hari ini, suami saya cek ke lokasi, pembangunan rumah blm dimulai. Kalo sy boleh tau,, berapa lama waktunya dari selesai cicil dp, sampai ke akad kredit. Apakah tahunan/ berapa bulan? Mengingat developer vila gading permai dan vila gading parung sama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo pengalaman saya dulu, gak terlalu lama kok sekitar 3 bulanan. hehe.. maaf ya Bu ella baru dijawab. Bagaimana sudah akad kredit?

      Hapus
  6. maaf maksudnya dari "Pihak BTN pun menyesalkan kebijakan pemerintah, yang sudah meniadakan KPR tipe 29 kebawah. Pemerintah telah menetapakan kebijakan bahwa developer minimal menyediakan KPR dengan type 36. Akhirnya pihak BTN mengambil kebijakan sendiri dengan KPR tipe 29 yang terlanjur digelentorkan oleh developer.

    Kebijakan BTN tersebut diantaranya, bahwa jenis rumahnya adalah rumah non subsidi, dan bunga tetap (8,5 %) hanya selama 2 tahun. Tahun berikutnya bunga disesuaikan dengan pasar."
    apa ya... soalnya kan yang namanya subsidi flat terus untuk perbulannya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul... untuk subsidi bunganya flat terus...
      untuk non subsidi bunga tetap (8,5 %) hanya selama 2 tahun.

      Hapus
  7. salam kenal :)
    infonya menarik skali gan thanks, jadi agak ribet jga ya gan klo pke KPR ?
    oiya gan btw agan punya info jual rumah purwokerto yang udaranya sejuk menyegarkan tpi dket pusat kota ?
    mkasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga :)
      Kalo memang mau lebih mudah ya kudu beli cash. memang yang mudah dapaet rumah dan terjangkau dengan anggaran bulanan itu kuda bersusah payah dulu.
      Maaf saya juga bukan orang property, mungkin bisa searching ke Bos google.
      ReplyDelete

      Hapus
  8. Salam kenal bos, saya warga Blok C, mau tanya pak Maryulisman apakah sudah proses AJB ya, karena setahu saya kita ini baru PPJB dengan developer, alias masih kurang kuat jika hanya PPJB Perjanjian Pengikatan Jual Beli. Thanks

    BalasHapus
  9. Setahu saya kita hanya memegang Akad perjanjian Kredit saja. Untuk AJB nanti jika sudah lunas.

    BalasHapus

Terima Kasih atas komentarnya