Jumat, 03 Agustus 2012

Umbar Aurat Karena Tuntutan Peran

Tuntutan peran itulah yang terlontar dari para wanita yang berani mengumbar auratnya di muka umum. Ya Tuntutan peran, sebuah alasan pembenaran mereka secara sepihak. Mengapa mereka mau berperan seperti itu? dimana harga diri mereka sebagai wanita?

Tahukah mereka, siapa yang memberikan mereka sebuah peran? Siapa yang memberikan mereka penghidupan? Bos-nyakah? Atau siapa?

"Karena perannya harus membuka aurat, maka saya jalankan peran tersebut. Jadi saya belum siap mengenakan jilbab. Saya menjilbabkan hati terlebih dahulu." kata si Artis. Wah, menjilbabkan hati kata si artis yang pintar mencari pembenaran.

"Karena aturan berpakaian dari bos, maka saya lakukan aturan tersebut." Kata si karyawati. Wah, jika ia mengetahui aturan untuk membuka aurat, mengapa juga ia mau bekerja disana. Memang pintar mencari pembenaran.

Bahkan di suatu daerah ada sebuah mall yang posisinya tepat berada di depan masjid. Seharusnya pihak manajemen sadar akan keberadaan mall tersebut. Namun, masih terlihat karyawatinya yang mengenakan rok yang panjangnya tak sampai lutut

Bos-bos mereka tentunya yang paling berat menanggung beban dosa mereka yang mengumbar auratnya. Dan bukan berarti para pengumbar aurat yang alasannya karena tuntutan peran tersebut terbebas dari dosa. Tentu Allah Maha Adil. Allah berkuasa diatas segalanya.



Adsense Indonesia

1 komentar :

  1. klo artisnya sdh brumah tngga bgm dg perasaan suami/istrinya ya?alhmdulillah suami sy pribadiny shalih shg hati inipun tnang jk bliau pergi kluar rmh,&smg Allah swt slalu mbrkan k istiqamahan pdnya amin..

    BalasHapus

Terima Kasih atas komentarnya