Jumat, 31 Agustus 2012

Sempat Sikat Gigi Sebelum Bu Asni Meninggal

Adsense Indonesia

Pagi hari tepat di tanggal 3 Syawal 1433 H, selepas sarapan bersama anak-anak dan suami tercintanya, Ibu Asni Binti Muchtar meninggal dunia. Saat sarapan, Bu Asni berharap kepada putranya yang keempat untuk dapat menyelenggarakan pernikahannya di tahun 2013. Begitupun kepada Putranya yang bungsu, Bu Asni menanyakan apakah sudah memiliki jodoh? Takdir berkata lain, di usianya yang ke 60 tahun, Bu Asni menghembuskan napas terakhirnya.

Sudah menjadi kebiasaan seorang Ibu Rumah Tangga, selepas sarapan adalah membersihkan piring-piring kotor di tempat cuci piring. Begitulah yang dilakukan oleh Bu Asni saat detik-detik menjelang kepergiannya. Suaminya menyarankan untuk tidak membersihkan piring-piring kotor sendirian, biar putranya saja yang membersihkan mengingat kondisi Bu Asni yang mudah lelah jika banyak aktivitas yang dilakukan.

Bu Asnipun menuruti saran dari suaminya. Segera setelah meninggalkan piring-piring kotor, Bu Asni masuk ke kamar mandi untuk menyikat giginya. Sudah menjadi kebiasaan Bu Asni untuk menyikat giginya setelah makan. Saat itu suami dan anak-anaknya Bu Asni sedang melihat sebuah acara di televisi.

Setelah menyikat gigi, Bu Asni terjatuh dengan posisi seperti orang yang sedang sujud. Bu Asni mengeluarkan suara seperti orang yang sedang mendengkur. Karena volume suara televisi agak besar, suami dan anak-anaknya Bu Asni tidak mendengar dengan jelas suara yang ada di kamar mandi. Ketika beberapa detik acara televisi terdiam, barulah suami Bu Asni mendengar dengkuran tersebut.

Suami Bu Asni segera menuju dapur, namun tidak melihat sumber dengkuran itu. Suami Bu Asnipun menuju kamar mandi yang pintunya tidak ditutup. Suami Bu Asni terkejut ketika melihat istrinya dalam posisi sujud di kamar mandi. Segera Suami Bu Asni memanggil anak-anaknya dan menggotong Bu Asni ke ruang tengah rumahnya. Bibir dan jidat Bu Asni memar. Suami Bu Asni memangku kepala Bu Asni. Dalam pangkuan Suaminya, Bu Asni mengeluarkan dengkuran yang agak keras setelah itu tidak terdengar suara lagi.

Tiga hari pertama di Bulan Ramadhan 1433 H, Bu Asni tidak dapat menunaikan ibadah puasa dikarenakan harus diinpus. mulai hari keempat hingga hari terakhir Bulan Ramadhan Bu Asni dapat menunaikan ibadah puasa. Seperti kita ketahui, bagi mereka yang bisa menyempurnakan ibadahnya di bulan ramadhan, maka pada hari raya Idul Fithri ia ibarat bayi yang baru dilahirkan, bersih, suci, tak ada lagi dosa yang hinggap pada dirinya. Begitupun dengan Bu Asni, semoga kepergiannya beberapa hari setelah Ramadhan dalam keadaan yang bersih dari dosa.

Sumber: kompasiana

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima Kasih atas komentarnya