Jumat, 03 Februari 2012

Modus Baru Perampokan: Memaksa Datang ke Rumah untuk Mengembalikan Kelebihan Uang Pembayaran

“Halo, selamat siang Ibu, saya dari Adir*, saya mau mengembalikan kelebihan uang ibu saat pembayaran angsuran motor yg kemarin.” seorang laki-laki menelepon Bu Yani, teman kantor saya.

“Gak usah dikembalikan, terimakasih.” Bu Yani menjawab dengan agak heran.

“Gak apa-apa Ibu, saya diminta bos saya untuk mengembalikan uang ibu.” laki-laki itu menjelaskan.

Adsense Indonesia

“Memang berapa kelebihannya?” Bu Yani bertanya, sambil mengerutkan dahinya.

“ Empat ribu rupiah.”Jawab laki-laki itu dengan singkat.

“Apa? Empat ribu rupiah? saya kira jutaan. Gak usah dikembalikan, saya ikhlas kok” Bu Yani benar-benar heran.

“Gak apa-apa Ibu, uang itu harus saya kembalikan. Saya disuruh bos saya. Sudah ya Bu. Terima kasih.” Laki-laki itu menutup pembicaraan.

*****

Beberapa menit kemudian Bu Yani mendapatkan SMS dari nomor yang sama dengan nomor yang tadi meneleponnya. Nomor itu tidak ada dalam daftar nomor telepon di HP Bu Yani . Bu Yani segera membacanya.

Bu, di rumah Ibu ada siapa? Ada suami? Saya mau mengembalikannya langsung ke rumah Ibu. Terima kasih.

Laki-laki yang mengaku dari Adir*, salah satu perusahaan jasa pinjaman uang yang ada di Indonesia, bertanya ke Bu Yani. Ia kekeh ingin mengembalikan uang yang empat ribu tadi.

*****

Beberapa jam kemudian, HP Bu Yani kembali berdering. Nomor yang menelpon tidak terdaftar dalam daftar nomor telepon di Hpnya. Bu Yani langsung mengangkat Hpnya.

“Bu, saya sudah di depan rumah Ibu. Ada siapa di dalam rumah Ibu?” seorang laki-laki langsung bertanya ke Bu Yani. Bu Yani sudah mengira bahwa yang menelponnya adalah laki-laki yang beberapa jam yang lalu kekeh mau mengembalikan uangnya yang cuma empat ribu perak.

“Gak usah pak, kalo memang mau dkembalikan, biar saya dan suami saja yang ke kantor Adir* untuk mengambil uangnya.” Jawab Bu Yani dengan nada kesal.

“Gak usah ke kantor Bu, kalo begitu saya akan kembali lagi ke rumah Ibu, besok atau lusa.” kata laki-laki itu sambil menutup pembicaraan.

Bu Yani semakin heran. Iapun curiga. Kenapa laki-laki itu memaksa untuk datang ke rumahnya. Ada apa gerangan?

*Masya Allah, maksa banget ya? Apa benar laki-laki itu dari Adir*? Apa benar ia sudah ada di depan rumah Bu Yani? Tahu dari siapa ia alamat Bu Yani? padahal rumah Bu Yani agak sulit dicari. Ada yang bilang bisa jadi laki-laki itu menghipnotis lewat pembicaraan di telepon. Setelah dihipnotis, laki-laki itu bisa masuk dengan bebas ke rumah Bu Yani dan mencuri barang-barang yang ada di rumah Bu Yani. Kisah ini hampir mirip dengan kisah yang menimpa pada teman kantor saya.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima Kasih atas komentarnya